
Sodonghilir, TSM - Turnamen sepak bola antar-dusun tahun ini menjadi panggung bersejarah bagi tim Dusun Sodonggirang U-35+ yang berhasil meraih gelar juara. Di balik kemenangan tersebut, terselip kisah inspiratif dari salah satu pemainnya, Ayid Abdul Wahid, yang memberikan pandangan mendalam tentang arti kemenangan.
“Alhamdulillah, dengan usia yang tidak lagi muda, saya dan rekan-rekan U-35+ sedikitnya bisa memberikan sumbangsih, khususnya di bidang sepak bola,” ungkap Ayid penuh syukur.
Bagi Ayid, menjadi juara bukan semata tentang mengangkat trofi atau merayakan skor akhir. Lebih dari itu, kemenangan adalah simbol kebersamaan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. “Ini soal membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berprestasi, asal ada niat, latihan, dan kekompakan,” tambahnya.
Perjalanan tim Sodonggirang U-35+ menuju juara tidaklah mudah. Menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat, Ayid dan kawan-kawan mengandalkan pengalaman, strategi, dan solidaritas tim. Setiap pertandingan menjadi ajang pembelajaran dan penguatan ikatan antaranggota.
Kemenangan ini, menurut Ayid, juga menjadi motivasi bagi generasi muda di tingkat dusun maupun tingkat desa agar tetap menghidupkan semangat olahraga, khususnya sepak bola, sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. “Piala bisa saja berdebu, tapi kenangan dan persaudaraan akan terus hidup,” ujarnya menutup pembicaraan.
Dengan torehan ini, tim Sodonggirang U-35+ bukan hanya pulang membawa gelar juara, tetapi juga membawa pulang kebanggaan dan inspirasi bagi seluruh warga.
